Posts

Flash of Wind - Taeko Watanabe

Image
Hai, hai, dan hai! Siang ini nggak tau kenapa gue keinget sama komik 'peninggalan' sodara gue yang orangnya sekarang udah melancong ke Bekasi sana. Sebenernya gue bukan tipe orang yang doyan baca komik. Mungkin karena satu komik ada banyak serinya. Dan kalo misalnya gue beli, gue pasti bakalan nyesel banget. Bayangin aja, menghabiskan uang sekitar 15 ribu untuk membaca buku bergambar yang bakalan selesai dalam waktu 15 menit. Itu berarti gue menghabiskan uang SERIBU RUPIAH dalam waktu SATU MENIT! Gila aja! Bisa bangkrut gue! Oke, jadi begitu gue keinget, langsung aja gue samber tuh komik. Judulnya Flash of Wind atau Kaze Hikaru. Ceritanya tentang seorang cewek yang menyamar sebagai laki-laki dan bergabung dengan kelompok samurai Serigala Mibu. Cewek ini namanya Sei Tominaga dan nama samarannya adalah Seizaburo Kamiya. Dia bergabung dengan kelompok samurai ini untuk membalas kematian ayahnya. Disini, Sei diajari untuk menjadi seorang samurai sejati. Tapi lama-kelamaan Sei in...

Worst

Pernahkah kau diremehkan oleh orang lain yang sama sekali tidak tahu kemampuanmu? Pernahkah kau disingkirkan oleh orang lain bukan karena kemampuan, tapi karena derajatmu? Pernahkah kau merasakan setiap kata yang meremehkanmu itu menusuk-nusuk jantungmu? Dan pernahkah orang lain tidak mengakui adanya dirimu hanya karena mereka tidak mengakui kemampuanmu? Kalau kau pernah merasakannya, setidaknya kau tahu bagaimana perasaanku saat ini.

Burung Kertas Oranye dan Surat-surat

Terkadang aku bertanya Apa kau masih menyimpannya Kata-kata yang kurangkai dan kuselipkan di motormu Burung kertas oranye itu Dialah 'Pak Pos'-ku Apa kau menyimpannya bersama isi hatiku? Atau kau buang begitu saja? ---------------- Datanglah rindu Bersama surat itu Aku menunggu ---------------- Apa kau tidak ingin tahu? Sayangku, aku selalu menunggu Walaupun seribu atau sejuta kertas pun Aku tetap menunggu Sudah kutampakkan sejatiku Sudah kutawarkan untuk sudahi Tapi kau tetap membisu Apa mungkin kau masih menginginkan surat-surat itu? Atau justru kau tidak benar-benar membacanya? ---------------- Diam, Sayangku Aku memikirkanmu Dalam Merindu ***Nurika Ramadhani***

Its 2013!

Image
Happy New Year, everyone! Soooooo, how you guys doing? Is your holiday went well? Mine is amazingly well! Guess what? I spent my holiday to various places, with my family! Its fun! Well, maybe you guys think its ordinary. But, I never go to recreation during the holiday last and last and laaaasst year. So, its my first time doing it! I have a lot of things to share. But, i have some deadlines, sooo, i think i will share all of my holiday trip here tomorrow, or maybe days after it._. I promise! I have some wishlist. The Canon eos 650D included in it B-) (i want it sooooo bad) I'll post my wishlist later :) Oh, one last thing! My New year resolution is: TO FINISH WRITING MY BOOK! Thankyou, everyone! I hope you guys have a wonderful year ahead. picture: weheartit.com

Jam Kosong

Jam kosong. Apa yang ada di pikiranmu saat mendengar kata itu? Senang? Bahagia? Bebas? Atau… sedih? Mungkin kalau aku masih kelas 9 atau dibawahnya, aku akan mengatakan kalau aku senang. Akhirnya ada waktu untuk istirahat dan aku bisa bersenang-senang dengan teman-teman sekelasku. Tapi… Sekarang aku sudah tidak di kelas 9 lagi. Aku sudah naik satu tingkat. Dan aku harus pindah sekolah. Aku harus bertemu dengan muka-muka baru. Yang kupikir akan menyenangkan, ternyata malah membuatku kesal. Kembali ke topik awal. Jam kosong. Ya, sekarang ini sedang jam kosong. Walaupun memang minggu ini adalah minggu terakhir di sekolah sebelum liburan semester. Jadi tidak ada pelajaran setiap hari. Karena itu kami para siswa diharuskan mengikuti Pekan Ceria yang justru membuat kami lelah dan sama sekali tidak ceria. Kelasku sudah tampil. Jadi aku memilih tinggal di kelas dan membaca novel daripada menyaksikan pekan 'ceria' itu. Aku duduk di pojok kelas sambil membaca novel. Sendirian. ...

Angkasa yang Penuh Rindu

Tidakkah kau lihat, banyaknya bintang yang mengangkasa setiap harinya? Dan tahukah kamu bahwa mereka membawa rinduku kepadamu?

Seberapa Jauh Aku Melihatmu

Sejauh manakah kau bisa melihat? Aku tahu, pasti jauh sekali. Aku? Mataku minus setengah. Setengah! Setengah saja sudah membuatku buram saat melihat papan tulis. Tapi tahukah kamu? Walaupun begitu, aku tetap bisa melihat dengan jelas segala kelebihanmu. Sangat jelas. Aku tidak tahu kenapa, tapi, setiap aku melihatmu, tidak ada kekurangan di depan mataku. Yang ada hanyalah pancaran keindahan yang kamu miliki. Biarlah mereka memperolok kekuranganmu yang tidak kuketahui itu. Aku akan tetap mendukungmu dengan segala kelebihanmu.