Once upon a time, there lived a boy named Zelo. He was so handsome that everyone in the town knew him because of his look. Even boys in the town also acknowledged his handsome face. It’s the type of face that you could never forget once you saw him. The other thing that was known from him was his attitude. He likes to mock other people’s appearance. He would yell at people and told them that they were ugly. His bad attitude grew stronger as he became more handsome every day. Zelo liked a girl named Haru. They were bestfriends since they were a kid. Haru liked Zelo too, but she doesn’t want to accept his love because of his attitude. Zelo always gave her a rose everyday. And she always put that rose on a jar and kept it behind her window. One day, they walked on the street with a bag full of fresh bread in their hands. Haru scolded Zelo because he, once again mock other people. “How many times should I tell you to stop calling people ugly?” yelled Haru. “What? He is really ugly...
Happy Saturday everyone! Sampe sekarang gue masih di sekolah. Biasa, anak yang cinta sekolahan ya kea gini... Eh, gajuga deng. Sebenernya karena gue gaada yg jemput, gaada yg nganterin pulang, dan gaada orang dirumah sekaligus gue gabawa kunci._. Dalam keadaan poor kea gini, gue bener2 butuh minum dewata tea. Tapi yg buat gue harus menunda kebutuhan itu adalah, gue gapunya duit. Okesip. Well, i've to go everyone. Gue mau nyari utangan buat beli dewata tea. ॐbýé býéॐ see you on the next post! Have a nice weekend guys!
Lagi, aku terbawa ombak yang datang dalam sekejap. Airnya sangat lembut dan memiliki kekuatan untuk membuatku tidak membara saat aku tidak ingin menjadi diriku sendiri. Dia adalah ombak yang kesekian. Seperti yang lain, hanya aku yang bisa merasakan deburannya. Ombak itu bahkan tidak tahu kalau dia mengenaiku saat menggulung dirinya di tepian laut. Padahal, bukan hanya aku yang terkena sapuannya. Aku yakin dia bahkan tidak peduli dengan orang-orang yang sudah dilewatinya. Namun kenapa aku yang harus menanggung beban perasaan yang cukup membuatku gusar ini? Dia adalah ombak yang ke sekian. Yang kalau dipikir lebih dalam, maka ombak itu hanya hidup di pikiranku. Yang semakin bertambah hari semakin menaikkan kegundahanku. Bahkan saat cipratannya tidak mengenaiku, aku masih akan tetap melirik kearahnya. Aku paham betul beberapa hari lagi aku tidak akan merasakan semua hal ini. Seperti biasa, semua perasaan itu akan hilang dan ombak itu hanya akan menjadi beberapa kubik air di lautan. Walau...
Comments
Post a Comment
Please tell me what do you think about this post. I would appreciate it alot!
Thankyou!
Love, Rani.