Posts

Showing posts from November, 2011

The Lost Hero

Image
Ingat Rick Riordan? Tidak? Mungkin nama ini bahkan terdengar asing kalau kalian bukan pecinta novel. Akan tetapi kalau saya menyebut nama “Percy Jackson” beberapa dari kalian yang moviegoers pasti langsung ngeh. Rick Riordan tidak lain tidak bukan adalah penulis yang telah menyelesaikan pentalogi (benar ga ya istilahnya) Percy Jackson, diakhiri dengan dirilisnya  The Last Olympian  tahun lalu. Saat saya selesai membaca buku tersebut saya menyangka bahwa ini adalah akhir dari saga panjang Percy Jackson dan kawan-kawannya. Maklum saja; The Great Prophecy yang berujung pada Titan War sudah usai, Gunung Olympus tempat tinggal para Dewa Yunani pun masih berdiri setelah mengalahkan Kronos dan abdi-abdinya, bahkan para dewa pun berjanji takkan lagi menelantarkan anak-anaknya… Tetapi kedamaian hanya berlangsung untuk sekejab saja. Dunia mitologi kembali bergolak dan tiga pahlawan Demigod muda bakalan mengambil alih peranan Percy Jackson dalam The Great Prophecy yang kedua. Ketiga pahlawan ini

Sesuatu di Balik itu Semua

Saat ibu menyuruhku membeli kelapa tadi pagi, aku agak malas. Tapi, begitu tahu kalau kelapa itu akan digunakan untuk membuat kolak pisang, aku langsung bangkit dan segera mengambil sepedaku. Dengan semangat ’45 aku mengayuhnya menuju toko sayur yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Saat aku berbelok menuju sebuah gang, aku bisa melihat ibu-ibu bergerombol di depan tukang penjual sayur. Rasa malas pun datang kembali. Tapi bayangan kolak pisang yang melintas dipikiranku membuat rasa malas itu pergi dengan sendirinya. Setelah mengantri sangat lama, akhirnya satu bungkus kelapa parut sudah ada di tanganku. Dengan senyum yang mengembang, kukayuh sepedaku kembali menuju rumah. “Sekarang kelapanya diperas dulu.” Ibuku menyodorkan sebuah saringan dan sebuah baskom. Melihat itu, kelapa parut yang ada di tanganku langsung kutaruh. “Aku nggak bisa.” “Jangan bilang nggak bisa, dicoba dulu.” Ibuku mengambil kelapa parut tadi dan menuangnya ke atas saringan. “Tolong ambilkan air.” Aku berd

Senandung dari Mainland

Seorang petugas perpustakaan sedang duduk sambil memegang cangkir kopinya. Diluar, badai sedang mengamuk Jakarta. Sudah beberapa minggu ini badai sering datang secara terus-menerus. Menyebabkan ketakutan pada setiap orang di Jakarta. Anak-anak sering malas pergi ke sekolah karena hujan yang mengguyur deras selalu membasahi pakaian mereka. Akibatnya bau pengap dan tidak sedap mengisi seluruh bagian kelas. Tapi bukan itu yang terburuk. Gadis di dalam perpustakaan yang sedang sibuk mencari buku itulah yang mendapat gelar pekerjaan paling buruk. Apalagi di musim badai seperti ini dia pasti akan lebih sering mengeluhkan pekerjaannya. Menjadi seorang petugas kebersihan sukarela tidaklah mudah di musim hujan seperti ini. Meskipun pekerjaan membersihkan setiap jalanan di kota Jakarta tidak cocok dengan kata “sukarela”, tetapi Sarah tetap saja ber-“sukarela” untuk membantu menjaga kebersihan kota ini. Di malam badai seperti ini, biasanya gadis itu suka mampir ke perpustakaan setelah menyelesaik